Alasan Cerai Yang Diterima Hakim
Ilustrasi Alasan Cerai Yang Diterima Hakim

8 Alasan Cerai Yang Diterima Hakim

Diposting pada

Nasihatpernikahan.com – Ada beberapa alasan yang harus diketahui tentang proses cerai yang diterima hakim Pengadilan Agama (PA) dalam menjadi pengadil dalam proses perceraian yang diajukan.

Perceraian adalah proses terpisahnya hubungan perkawinan antara suami dan istri atas keputusan pengadilan dengan adanya cukup alasan.

Alasan yang diungkapkan haruslah yang dibenarkan oleh perundang undangan yang menjadi landasan adanya perceraian baik melalui talak ataupun gugatan cerai.

Dalam hal ini harus sesudai berdasarkan Pasal 39 ayat 2 Undang undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Sehingga kekuatan hukum dalam proses perceraian bisa dipertanggungjawabkan.

Alasan Cerai yang Diterima Hakim

Jadi ada beberapa hal yang harus diketahui oleh sepasang suami istri yang hendak bercerai. Karena ada beragam alasan yang bisa diterima oleh hakim dalam memutuskan pengadilan perceraian yang kamu ajukan.

Adapun beragam alasan yang dapat diterima oleh hakim yang bisa kamu ketahui adalah sebagai berikut :

  1. Salah satu pihak antara suami dan istri berbuat zina, atau menjadi pemabuk, pemadat, penjudi, dan lainnya yang susah untuk disembuhkan
  2. Salah satu pihak antara suami dan istri meninggalkan pihak lainnya selama dua tahun berturut turut tanpa adanya izin dari pihak lain dan tanpa alasan yang jelas dan sah, atau karena hal lain di luar dari kemampuannya
  3. Salah satu pihak mendapat hukuman pidana penjara selama lima tahun atau hukuman lainnya yang berat setelah perkawinan berlangsung
  4. Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak lainnya
  5. Salah satu pihak mendapat cacat fisik atau penyakit menular, dan berbahaya sehingga tidak dapat menjalani kewajiban sebagai suami atau istri
  6. Antara suami dan istri terus menerus adanya pertengkaran dan perselisihan dan tidak ada harapan untuk bisa hidup rukun lagi dalam rumah tangga
  7. Suami melanggar taklik talak
  8. Peralihan agama atau murtad sehingga menyebabkan terjadinya ketidak rukunan dalam rumah tangga

Jika alasan yang diajukan di luar dari delapan poin di atas, dan masih dapat ditangani dengan cara kekeluargaan, dan damai. Maka proses perceraian tidak dapat dilanjutkan.

Sementara, jika alasan dapat diterima oleh hakim, maka untuk menuju proses perceraian anda harus melengkapi beberapa dokumen.

Dokumen yang Harus Dilengkapi Sebagai Syarat Cerai

Selain alasan di atas, tak ada salahnya dalam proses yang akan diajukan kamu melengkapi dokumen sebagai syarat syarat pengajuan cerai.

Adapun dokumen yang harus dilengkapi dalam proses perceraian adalah sebagai berikut :

  • Buku nikah asli
  • Fotokopi buku nikah sebanyak dua lembar bermaterai Rp 6000 dan dilegalisir
  • Fotokopi akta kelahiran anak bermaterai Rp 6000 dan dilegalisir (jika telah memiliki anak)
  • Fotokopi KTP penggugat
  • Fotokopi kartu keluarga (KK)

Berkas berkas di atas dilengkapi dan difotokopi sejumlah yang diminta, lalu dimasukkan dalam sebuah map agar rapi dan tidak ada yang tertinggal.

Langkah langkah Proses Perceraian

Sementara langkah langkah yang bisa dilakukan untuk proses perceraian ini adalah sebagai berikut :

  1. Mempersiapkan dokumen dokumen seperti yang telah di jelaskan di atas
  2. Mengajukan gugatan cerai ke pengadilan; jika beragama Islam dapat mengajukan ke pengadilan agama, sementara yang buka beragama Islam dapat mengajukan ke pengadilan negeri
  3. Membuat surat gugatan; pada surat ini berisikan identitas penggugat dan tergugat, serta alasan yang ditulis dengan lengkap dan rinci atas perceraian tersebut
  4. Menyiapkan biaya perceraian; biaya perceraian bergantung pada pengadilan di wilayah setempat, dan bergantung pada pasangan suami istri yang akan bercerai. Biaya perceraian ini juga meliputi biaya pendaftaran perkara, materai Rp 6000, biaya administrasi, redaksi, serta biaya panggilan, dan lain lain yang masih terkait dengan proses perceraian, seperti biaya jasa advokat
  5. Mempelajari tata cara dan proses persidangan
  6. Menyiapkan saksi yang sewaktu waktu akan ditanya oleh hakim saat persidangan berlangsung

Nah sementara cara mengurus cerai tanpa buku nikah bisa tetap dilakukan sebagaimana prosedur yang telah dijelaskan di atas.

Hanya saja, dokumen yang semestinya berupa buku nikah ini bisa diganti dengan duplikatnya atau fotokopinya. Jika hilang bisa melakukan beberapa tips berikut ini, Baca: Cara Mengurus Surat Cerai Tanpa Buku Nikah.

Tetapi, jika memang anda tidak memiliki duplikatnya, maka anda dapat meminta duplikat kutipan akta perkawinan ke Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan.

Permintaan duplikat akta perkawinan tersebut akan diterbitkan dan ditanda tangani oleh Kepala KUA kecamatan.

Tetapi sebelum mengurus penduplikatan tersebut ke KUA, anda harus lebih dulu mengurus surat keterangan kehilangan dari kepolisian.

Setelah mengurus surat kehilangan dari kepolisian, anda juga harus melengkapi dokumen dokumen sebagai syarat Kepala KUA menerbitkan duplikat akta perkawinan tersebut.

Dokumen dokumen yang harus anda lengkapi dan siapkan untuk dibawa ke KUA adalah sebagai berikut :

  1. Kartu identitas seperti KTP atau passport
  2. Surat keterangan kehilangan dari kantor kepolisian setempat
  3. Data pernikahan seperti tanggal bulan dan tahun menikah

Artikel Perceraian

Membahas mengenai perceraian, kita juga perlu tahu apakah bisa perceraian dilakukan jika tidak ada catatan sipil atas pernikahan yang dilakukan.

Seperti kita ketahui sebuah pernikahan dikatakan sah secara hukum negara jika telah tercatat di pemerintahan, meskipun secara agama dikatakan sah.

Jadi, bisa saja dua pasangan laki laki dan wanita menikah menurut ketentuan agama Islam, tetapi pernikahannya tersebut belum sah secara negara jika tidak dilakukan pencatatan.

Maka sebaiknya, lakukanlah pernikahan sesuai dengan syariat Islam, dan juga melakukan pencatatan supaya pernikahan tersebut sah di mata hukum negara.

Tetapi mengenai perceraiannya, sebetulnya proses perceraian tetap bisa dilakukan meskipun tidak ada catatan sipil atas pernikahan yang dilakukan. Namun, permohonan cerai tersebut belum tentu diterima oleh majlis hakim.

Ada majlis hakim yang menerima permohonan cerai meskipun perkawinannya tidak tercatat dalam negara, namun ada pula majlis hakim yang menganggap permohonannya tidak sah tanpa adanya catatan perkawinan.

Sehingga jika anda ingin mengajukan perceraian atas suami atau istri tanpa adanya catatan perkawinan di mata hukum negara.

Sebaiknya lakukan penetapan pengesahan perkawinan terlebih dahulu di pengadilan agar catatan sipil mengeluarkan akta nikah dan bagi umat Islam mengajukan permohonan itsbat nikah ke pengadilan agama.

Baca Juga: Persyaratan Nikah 2020 di KUA, Cara Daftar & Biaya

Itulah beberapa hal yang bisa kita ketahui tentang alasan alasan cerai yang dapat diterima hakim. Namun informasi ini bisa saja berubah, atau tidak tepat.

Saran yang paling penting adalah datang langsung ke Pengadilan Agama, untuk mengetahui syarat syarat yang dibutuhkan dan alasan cerai yang dapat dikabulkan permohonannya di wilayah domisili anda.

Sekian yang bisa disampaikan, semoga informasi ini dapat bermanfaat. Terimakasih. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *