Mengapa Pernikahan Dini Dilarang
Ilustrasi Mengapa Pernikahan Dini Dilarang | Nasihatpernikahan.com

Mengapa Pernikahan Dini Dilarang? Ini Bahayanya

Diposting pada

Nasihatpernikahan.comMengapa Pernikahan Dini Dilarang? Itulah bahasan yang akan kita baca kali ini. penulis Nasihat Pernikahan mencoba untuk memaparkan penjelasan, yang terjadi di Indonesia, bahaya dan solusinya.

Ketika ada tentang mengapa pernikahan dini dilarang? Tentunya harus ada solusi pernikahan dini yang seharusnya bagaimana.

Sebab, menurut banyak pihak, padangan tentang pernikahan dini menurut Islam itu tak melarang. Hanya saja ketentuan hukum negara yang melarangnya.

Hal ini berkaitan dengan banyak aspek, ditinjau dari resiko pernikahan dini, serta kasus pernikahan dini di Indonesia yang telah banyak terjadi dan bahaya bahaya pernikahan dini yang patut diwaspadai.

Baik dalam dampak kesehatan, fisik, hingga dampak biologis pernikahan dini, beberapa dasar bahaya dan resiko tersebutlah yang menjadi acuan mengapa pernikahan dini dilarang di Indonesia.

Bahkan pernikahan dini di Indonesia sudah ada aturannya. Batas umur nikah muda atau batas usia untuk bisa melangsungkan pernikahan.

Untuk itu, kita memang perlu mencermati betul tentang hal ini, hanya saja, ketika berbicara pernikhan, memang yang harus kita kuatkan dalam diri adalah apa motivasi menikah.

Hingga ada niatan untuk menikah muda, dan di usia berapa kita seharusnya menikah, agar tak bertentangan dengan hukum nikah dalam Islam dengan hukum nikah pada undang undang perkawinan di Indonesia.

Mengapa Pernikahan Dini di Indonesia Dilarang?

Mengapa Pernikahan Dini Dilarang
Ilustrasi Mengapa Pernikahan Dini Dilarang | Nasihatpernikahan.com

Pengertian pernikahan dini secara umum dimaksudkan pernikahan antara pengantin pria dengan wanita dilakukan saat keduanya tengah berusia dibawah 18 tahun, atau dalam usia usia sekolah menengah yang telah akil baligh.

Jadi, pernikahan dini ini disebutkan sebagai perniahan yang antar kedua belah pihak pengantin atau salah satunya berusia dibawah 18 tahun.

Ketentuan usia tersebut menjadi usia ideal menikah. Nah ini sudah diatur dalam Undang Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.

Jadi ada batas minimal usia perkawinan bagi soerang perempuan, yakni baru boleh menikah ketika usia telah mencapai 16 tahun, dan untuk pria atau batas usia pernikahan seorang laki laki adalah 19 tahun.

Untuk itu, pernikahan dini di Indonesia dilarang, atau sudah jelas dasar hukum dan ketentuannya sebagai pertimbangan batas usia pernikahan bagi seorang laki laki dan seorang perempuan.

Namun memang, masih banyak kasus pernikahan dini terjadi di Indonesia, baik kalangan masyarakat biasa, bahkan para tersohor di negeri ini. Dan pernikahan dini di Indonesia memang masih terus dalam perdebatan.

Faktor yang mempengaruhi mengapa dilarang adalah dari aspek kesehatan. Hal ini berkaitan pada faktor kesiapan seseorang membangun rumah tangga. Kesiapan tak hanya secara ekonomi namun secara batin (mental)

Kita akan bahas dibawah ini untuk bahaya bahaya pernikahan dini dan resiko yang dihadapi apa saja.

Pernikahan Dini Dalam Islam

Pernikahan Dini menurut Islam berdasarkan pendapat Imam Muhammad Syirazi dan juga Asadullah Dastani Benisi, bahwasannya, budaya pernikahan dini sebenarnya dibenarkan dalam Islam.

Bahkan, ini sudah menjadi norma seorang muslim sejak awal mula Islam. Demikian juga, dinyatakan, Ibnu Syubromah yang juga menyikapi pernikahan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dengan Aisyah yang saat itu masih berusia 6 tahun.

Hanya saja, Ibnu Syubromah mengatakan, hal tersebut sebenarnya hanya ketentuan khusus, yakni untuk Nabi SAW yang tidak dapat ditiru umat muslim lainnya.

Kendati demikian, sebagian ulama atau pakar hukum Islam memperbolehkan pernikahan dini, hal ini dilihat dari hasil interpretasi Hadist Shohih Muttafaq ‘alaihi dan Surat al Thalaq ayat 4.

“Dari Aisyah ra (menceritakan) bahwasannya Nabi SAW menikahinya pada saat beliau masih anak berumur 6 tahun dan Nabi SAW menggaulinya sebagai istri pada umur 9 tahun dan beliau tinggal bersama pada umur 9 tahun pula” [Hadist Shohih Muttafaq ‘alaihi].

Selain itu….

“Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya) maka iddah mereka adalah tiga bulan;

dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu idah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya.

Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” [QS At-Thalaq : 4]

Mengapa di Indonesia Pernikahan Dini Dilarang Tetapi Masih Sering Terjadi?

Mengapa Pernikahan Dini Dilarang
Ilustrasi Mengapa Pernikahan Dini Dilarang | Nasihatpernikahan.com

Ketika ditanya mengapa pernikahan dini dilarang? Mungkin saja ditinjau dari aspek dampak negatif atau bahaya pernikahan dini tersebut.

Tetapi mengapa masih terjadi dan ditemukan pernikahan dini, bahkan bukan hanya Indonesia, tetapi juga dunia. Jika dilihat dari pendapat UNICEF (United Nations Children’s Fund) dijelaskan beberapa faktor mempengaruhi pernikahan dini adalah:

  1. Kemiskinan
  2. Tingkat pendidikan yang rendah
  3. Anggapan bahwa menikah adalah sumber rezeki untuk mendapatkan uang
  4. Anggapan bahwa menikah bisa menjaga nama baik dan kehormatan keluarga
  5. Norma sosial
  6. Mengikuti hukum adat dan agama
  7. Aturan hukum pernikahan yang kurang tegas

Resiko & Bahaya Pernikahan Dini Sehingga Disarankan Dihindari

Tetapi mengapa diatur dalam UU dan dilarang pernikahan dini, hal ini dari sederhananya, dilihat dari aspek kesehatan bagi apra pelaku pernikahan dini tersebut. Di antaranya seperti:

  1. Tekanan darah tinggi. Hamil di usia sangat muda memiliki risiko yang tinggi terhadap naiknya tekanan darah.
  2. Anemia. Hamil di usia remaja juga dapat menyebabkan anemia saat kehamilan. Anemia ini disebabkan karena kurangnya zat besi yang dikonsumsi oleh ibu hamil.
  3. Anemia saat hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur dan kesulitan saat melahirkan. Anemia yang sangat parah saat kehamilan juga dapat berdampak pada perkembangan bayi dalam kandungan.
  4. Bayi lahir prematur dan BBLR. Kejadian bayi lahir prematur meningkat pada kehamilan di usia sangat muda.
  5. Bayi prematur umumnya memiliki berat badan lahir rendah (BBLR), hal ini dikarenakan sebenarnya bayi tersebut belum siap untuk dilahirkan (di usia kurang dari 37 minggu kehamilan).
  6. Bayi prematur berisiko untuk menderita gangguan sistem pernapasan, pencernaan, penglihatan, kognitif, dan masalah lainnya.
  7. Ibu meninggal saat melahirkan. Menurut National Health Service, perempuan di bawah usia 18 tahun yang hamil dan melahirkan berisiko mengalami kematian saat persalinan.
    • Pasalnya, di usia belia ini tubuh mereka belum matang dan siap secara fisik untuk melahirkan.
    • Selain itu, panggul mereka yang sempit karena belum berkembang sempurna juga dapat menjadi penyebab bayi meninggal saat dilahirkan.

Solusi Pernikahan Dini

Lalu bagaimana solusinya? Itu mungkin menjadi pertanyaan yang menarik ketika membahas mengapa pernikahan dini dilarang disebabkan karena faktor pengetahuan dan dikhawatirkan akan resiko dan bahaya atas pernikahan tersebut.

Jadi, yang bisa dipahami adalah tentang kesiapan para pelaku Pernikahan Dini Dalam Tinjauan Fiqih; Apa saja itu? Di antaranya adalah:

  • Kesiapan Ilmua

Mengapa kesiapan ilmu. Sebab, kesiapan ini sebagai pemahaman pengetahuan, dalam hal ini tentunya pengetahuan hukum hukum fiqih yang berhubungan dengan pernikahan.

Baik itu di dalamnya pembahasan terkait hukum sebelum menikah, seperti hukum khitbah atau melamar, hingga dengan hukum nikah yang menjadi pemenuhan syarat sahnya pernikahan.

Contohnya rukun nikah (rukun akad nikah), administrasi pernikahan sebagai dokumen tidak ada persoalan yang tertinggal yang akhirnya menjadi masalah dikemudian hari atas pernikahannya.

Dan masih ada banyak contoh lainnya, seperti hukum nafkah, talak dan rujuk dan lainnya.

  • Kesiapan Materi

Kesiapan Materi yang dimaksud dalam hal ini adalah kesiapan harta, contohnya kali ini ada dua jenis, yakni, mahar atau mas kawin, dan juga harta yang menjadi kewajiban seorang laki laki.

Sebab kewajiban suami atas istri setelah menikah adalah memberikan nafkah lahir dan batin.

  • Kesiapan Fisik

Kesiapan fisik juga menjadi bagian yang patut dipahami, dipelajari, dan dicermati, sebab, terkhusus bagi laki laki, ini adalah tugas dan tanggung jawab. Dalam hal ini fisik seorang laki laki juga baik, serta dapat memberikan keturunan.

Pendidikan Solusi Mencegah Bahaya Pernikahan Dini

Jadi solusi yang bisa dilakukan sebenarnya adalah pencegahan. Jadi, untuk melakukan pencegahan akan bahaya kesehatan akibat pernikahan dini salah satunya lewat pendidikan.

Sebab, dengan pendidikan, diharapkan dapat menjadi salah satu hal yang berperan penting. Karena dengan pendidikan diharapkan dapat memperluas wawasan seorang anak dan para remaja.

Selain itu, diharapkan juga dapat membantu meyakinkan anak dan remaja dibawah umur untuk menikah di waktu yang tepat. Sehingga, menikah bukan karena paksaan, atau keadaan ekonomi.

Jadi, diperkuat di pendidikan, meningkatkan ilmu pengetahuan dan wawasan serta meningkatkan kecakapan dan keterampilan hidup.

Anak diarahkan dalam pengembangan karir dan meraih cita cita. Sebab, pendidikan ini memang penting, maka fasilitas pendidikan dari orang tua ke anak akan membentuk watak seorang anak.

Contoh Kasus Pernikahan Dini di Indonesia

Dalam studi kasus pernikahan dini yang terjadi di Indonesia banyak ditemui di pemberitaan pemberitaan. Bahkan sempat viral dan trending topik karena pernikahan dini yang terjadi.

Contoh di antaranya kasus pernikahan di Indonesia yang viral adalah sebagai berikut:

Pernikahan anak SD di Sinjai, Sulawesi Selatan dimana seorang anak berusia 12 tahun, kelas VI SD berinisial SR, berencana melakukan resepsi pernikahan, pada 8 Maret 2018.

Bahkan, kabar pernikahan seorang siswi SD tersebut pun telah dibenarkan Lurah Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara. Namun ia mengimbau orang tua anak tersebut tidak menikahkan anak tersebut karena masih dibawah umur.

Namun kendati dilarang. Informasinya pernikahan tersebut tetap berlangsung. Tak hanya itu saja, demikian juga terkait pernikahan remaja di Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Jadi, ada pasangan umur 15 dan 14 tahun dari Bentaeng, Sulawesi Selatan. Pasangan tersebut mengajukan permohonan kehendak nikah di KUA setempat. Namun permohonannya tersebut ditolak.

Alasan penolakan karena keduanya masih dibawah umur. Jadi, belum cukup usia untuk dinikahkan. Kendati demikian, viralnya adalah acara resepsi pernikahan telah dilaksanakan pada 1 Maret 2018.

Alasan pernikahan dini mereka pun viral karena sangat aneh, sebab, sang mempelai perempuan memutuskan menikah karena takut tidur sendiri.

Kejadian pernikahan dini lainnya yang viral adalah Pernikahan pejabat publik Aceng Fikri pada tahun 2012. Mantan Bupati Garut Aceng Fikri berumur 40 menikahi Fany Octora yang belum genap berumur 18 tahun.

Namun pernikahan keduanya ternyata tak bertahan lama, hanya bertahan selama 4 hari karena sesuatu alasan.

Itulah yang bisa kita pahami dalam artikel kali ini. Semgoa informasi ini dapat bermanfaat, dan menjadikan sedikit wawasan, ketika suatu saat ada yang bertanya mengapa pernikahan dini dilarang?

Setidaknya kita dapat memberikan pemahaman yang baik, sembari meningkatkan terus kapasitas bacaan dan sumber informasi. Sekian yang bisa disampaikan, terimakasih. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *