Penyebab Takut Menikah
Ilustrasi Penyebab Takut Menikah

Penyebab Takut Menikah, Anak Muda Harus Tau Ini

Diposting pada

Nasihatpernikahan.com – Apa saja yang menjadi penyebab anak muda takut untuk menikah. Problem terbesar anak muda saat ini adalah daya juang yang rendah.

Belum lagi perspektif lingkungan yang kerap terdengar menakutkan tentang pernikahan kerap menjadi salah satu alasan yang menyebabkan anak muda takut menikah.

Ya pada umumnya inilah penyebab seseorang takut untuk menikah, sehingga motivasi menikah muda rendah.

Seperti yang dikutip dalam tayangan di Youtube AKUBISAORG tentang Perspektif Yang Membuat Anak Muda Takut Menikah.

Dosen Psikologi Islam, Pengampu Mata Kuliah Psikologi Keluarga UIN Raden Intan Khoiriya Ulfah, MA menjelaskan daya juang yang rendah menjadi salah satu problem terbesar anak muda atau remaja saat ini.

Karena daya juang akan berimplikasi ke banyak hal, dari cita-cita, keluarga sampai ke hubungan asmara.

Sementara, bagi Kasih Hatiti, saat ini di usianya yang telah 25 tahun ada beberapa kehawatiran menghadapi pernikahan.

Misalnya saja seperti apakah pasangan menerima, bagaimana dirinya harus bersikap suatu ketika marah dengan pasangannya, dan banyak hal yang masih menjadikannya merasa was-was.

“Sanggup nggak ya, bisa nggak ya. Pernikahan itu nanti gimana ya? Kalau ada masalah sama suami harus bagaimana ya? Lalu suami saya terima saya nggak ya,” Ujar Kasih yang merasa masih was-was dengan pernikahan.

Sementara, Umi Rahmawati memiliki pengalaman lain. Dirinya sudah banyak yang mengajak menikah. Hanya saja dirinya yang merasa belum siap.

“Usia remaja ini kan masih nyari-nyari, ingin masih mengenal. Meski tidak ingin pacaran tapi ingin mengenal lebih dahulu,” terangnya.

Penjelasan Penyebab Anak Muda Takut Menikah

Menanggapi penjelasan tersebut, Khoiriya Ulfah menjelaskan dari kegalauan kebelum siapan ataupun rasa tidak percaya diri untuk melangkah lebih lanjut dalam menghadapi hubungan serius pernikahan pasti akan dihadapi setiap orang.

“Bagaimana lingkungan memberikan contoh yang baik tentang peran ayah dan ibu yang berjalan dengan baik, akan memberikan suport positif bahwa pernikahan itu akan enak nantinya,” katanya.

Sebaliknya, dijelaskannya, jika ada lingkungannya kerap berkonflik itu yang akan menjadi perspektif negatif oleh seseorang, bahkan takut gagal akan pernikahan.

Stimulus negatif dengan cara ditakut-takuti akan masalah pernikahan juga akan menjadi perspektif negatif bagi seseorang yang mendengar.

“Jika tidak terjadi calon komunikasi yang baik dengan pasangan, dan tidak ada rencana pada pernikahan, maka hak hak yang seharusnya didapatkan bisa terbatas,” katanya.

Apalagi jika ada stimulus negatif, maka itu yang akan pengaruhi persepsi akan pernikahan. Sementara jika stimulus positif, maka pernikahan dalam persepsi baik yang semua terjadi pada pernikahan harus dijalani.

Baca Juga: Nasehat Pernikahan Mengharukan, Romantis & Lucu

Selengkapnya saksikan video berikut ini:

Sekian yang bisa disampaikan, semoga informasi ini dapat bermanfaat. Terimakasih. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *