Pernikahan Sesama Jenis Dalam Islam
Pernikahan Sesama Jenis Dalam Islam

Pernikahan Sesama Jenis Dalam Islam, Dilaknat Allah

Diposting pada

Nasihatpernikahan.com – Dalam Islam pernikahan sesama jenis adalah dosa besar, haram dan hukumnnya disamakan seperti dosa zina.

Dalam wikipedia, pernikahan atau perkawinan sesama jenis adalah perkawinan pasangan dengan jenis kelamin yang sama. Artinya laki dengan laki laki, perempuan dengan perempuan.

Pernikahan sesama jenis di Indonesia tidak dibenarkan. Tidak ada aturan yang membolehkan pernikahan sesama jenis bisa dilakukan di Indonesia.

Apapun alasannya, pernikahan di Indonesia tidak ada yang bisa menguatkan, seperti apa yang telah tercantum dalam undang-undang perkawinan, terutama dalam:

pasal 1 dan pasal 26 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan jelas disampaikan yang mengharuskan pernikahan adalah dilakukan antara laki-laki dan perempuan.

Jadi tidak ada perkawinan sesama jenis. Artinya di Indonesia tidak diakui secara hukum dan secara negara. Lalu bagaimana dalam Islam?

Penjelasan dan Hukuman Pernikahan Sesama Jenis Dalam Islam

Pernikahan Sesama Jenis Dalam Islam
Pernikahan Sesama Jenis Dalam Islam

Sebagai seorang muslim kita wajib paham dan tahu akan hal ini. Allah dan Rasulullah SAW sangat mengutuk pernikahan sesama jenis, atau yang disebut dalam bahasa Arab dengan istilah liwath.

Pernikahan sesama jenis hanya bertujuan kepuasan syahwat. Tidak dalam kapasitas melanjutkan keturunan, dan tidak sesuai dengan Rukun Nikah yang sah.

Dalam hadits riwayat Ahmad, Rasulullah SAW bersabda:

“La’anallahu man amila amala qaumi Luthin, la’anallahu man amila amala qaumi Luthin, tsalatsan.”

Artinya: “Allah melaknat manusia yang melakukan perbuatan seperti kaum Luth, Allah melaknat perbuatan manusia yang melakukan perbuatan seperti kaum Luth, tiga kali.”

Selain apa yang dijelaskan di dalam hadist di atas, Firman Arifandi juga pernah menuliskan dalam bukunya, di serial hadis cinta terlarang.

Firman menuliskan bahwa pernikahan sesama jenis dianggap sebagai pernikahan yang bathil, sehingga dikategorikan sebagai perbuatan zina.

Kenapa? Pernikahan tersebut tidak memenuhi rukun sahnya menikah dalam Islam. Bahkan seluruh ulama sepakata, menikah dengan sesama jenis adalah haram.

Pernikahan Sesama Jenis Menurut Para Ulama

Misalnya saja seperti para ulama dari kalangan sahabat Sayyidina Abu Bakar Siddiq, Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Khalid bin Walid, Abdullah bin Az-Zubair, Abdullah bin Abbas, Jabir bin Zaid.

Lalu ada Abdullah bin Ma’mar, Az-Zuhry, Rabi’ah bin Abi Abdirrahman, Malik, Ishaq bin Rahawih, merupakan salah satu dari dua pendapat Imam Ahmad dan Imam Syafii.

Kesemua itu menyatakan hukum nikah sesama jenis lebih dari hadd zina (hukuman zina). Jadi menikah sesama jenis, laki laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan hukumnya adalah zina.

Selain perbuatan dosa besar. Bahkan ada yang menyebutkan hukuman bagi yang menikah sesama jenis adalah dapat dibunuh di setiap keadaan. Nauzubillah.

Jadi apakah dia telah menikah atau belum menikah, ketika sudah melakukan hubungan sesama jenis, disamakan zina.

Hal ini merupakan pendapat Atha’ bin Abi Rabah, Al Hasan Al Bashry, Said bin Musayyib, Ibrahim An-Nakha’i, Qatadah, Al-Auza’i, serta Imam Syafii.

Semoga kita semua terhindar dari perbuatan – perbuatan yang tidak disukai Allah SWT. Itulah penjelasan singkat tentang pernikahan sesama jenis dalam Islam. Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *