Wanita Yang Pantas Dinikahi Menurut Islam
Ilustrasi Wanita Yang Pantas Dinikahi Menurut Islam

Wanita Yang Pantas Dinikahi Menurut Islam

Diposting pada

Nasihatpernikahan.com – Wanita yang Pantas Dinikahi Menurut Islam bagi seorang laki-laki muslim tentunya dianggap menjadi suatu hal yang penting.

Artinya, apakah ia (wanita) seseorang yang baik-baik atau tidak untuk dinikahi. Apakah ia orang yang dianjurkan untuk dinikahi atau tidak?

Namun memang, sebagai seorang manusia fitrah bagi kita menyukai dan mencintai lawan jenis. Setiap orang memiliki kriteria pasangannya masing masing.

Ada orang yang lebih melihat pada keindahan rupanya dibanding kekayaan, ada juga yang lebih melihat pada nasab daripada rupanya, dan lain sebagainya.

Tetapi memilih pasangan untuk dinikahi memang harus ada kriterianya. Tidak boleh sembarang pilih. Jika melihat kriteria wanita yang pantas dinikahi seperti sabda Rasulullah SAW dalam hadits H.R. Bukhari:

“Wanita dinikahi karena 4 hal: hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Pilihlah yang memiliki agama, maka kalian akan beruntung.” (H.R. Bukhari)

Kita boleh saja memilih pasangan dari apa yang kita senangi, seperti karena kecantikannya, kekayaannya, atau dari keluarga seperti apa ia berasal.

Tetapi yang terpenting dari itu semua adalah memilih pasangan karena agamanya. Karena seperti hadits yang tertera di atas, dengan memilih pasangan karena agamanya, maka kita akan beruntung.

Karena itulah sebaik baiknya kriteria dalam memilih pasangan. Lihat seperti apa agamanya baru menilai dari hal lainnya.

Wanita Yang Pantas Dinikahi Menurut Islam

Wanita Yang Pantas Dinikahi Menurut Islam
Ilustrasi Wanita Yang Pantas Dinikahi Menurut Islam

Hadits di atas menjelaskan ada empat kriteria wanita yang akan dinikahi, selengkapnya mengenai wanita yang pantas dinikahi akan kita bahas di bawah ini dijelaskan berdasarkan kitab Muhadharat fî al-Ahwâl asy-Syakhsiyyah, Prof. Dr. Faraj Ali as-Sayyid ‘Anbar.

Beliau menjabarkan mengenai kriteria wanita yang pantas dinikahi.

1. Perempuan yang baik agamanya

Pendapat para fuqaha dikatakan sunnah hukumnya bagi laki laki untuk memilih pasangan hidup wanita yang baik agamanya.

Imam Syafi’i menafsirkan bahwa wanita yang baik agamanya adalah wanita yang mempunya sifat adil, semganta dalam ketaatan serta beramal shaleh.

Ia adalah wanita yang mampu menjaga diri dari hal yang diharamkan, walaupun itu sepele.

Sedangkan, Hanafiyyah berpendapat untuk mensunnahkan memilih perempuan yang mempunya tinggi akhlak dan adabnya, dan juga yang bersifat wira’i.

2. Perempuan yang perawan

Kriteria yang kedua ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW, yang mana laki laki diperintahkan untuk memilih para gadis, karena para gadis dianggap lebih segar (manis) mulutnya, lebih banyak anaknya, serta lebih rela dengan (pemberian) yang sedikit.

Namun berbeda pendapat dengan ulama Syafi’iyyah dan Hanabilah yang berpendapat bahwa perempuan janda lebih utama dari perawan.

Jika keadaan itu memiliki maslahat, maka seperti seorang duda yang membutuhkan ibu untuk mengasuh anak anaknya, atau laki laki lemah untuk menembus keperawanan wanita.

3. Memiliki nasab yang mulia

Wanita yang mulia adalah wanita yang nenek moyangnya berasal dari orang orang mulia dan ulama.

Jika melihat pada masyarakat Indonesia, wanita yang memiliki nasab mulia adalah mereka yang berasal dari keturunan para kiai dan awliya’ shalihin.

Mengenai kriteria ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yaitu Li hasabiha, karena nasabnya.

Namun, Hanafiyyah mengingatkan untuk wnita yang dinikahi karena nasabnya tetapi suaminya tidak bernasab mulia sepertinya agar tidak merendahkan suaminya.

Hal ini berlandaskan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Thabrani.

4. Memilih wanita yang subur dan penyayang

Kriteria yang lain mengenai wanita yang pantas dinikahi adalah wanita yang subur dan penyayang. Kriteria ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra.

Yang mana dianjurkan bagi laki laki untuk menikahi wanita yang penyayang dan subur, karena Rasulullah bangga dengan jumlah umatnya yang banyak di depan umat umat lainnya pada hari kiamat kelak.

5. Perempuan yang cantik

Tak dapat dipungkiri bahwa paras menjadi salah satu yang dinilai oleh laki laki dalam memilih pasangan untuk dinikahi.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda bahwa pernah suatu hari Rasulullah ditanya seperti apakah wanita yang paling baik.

Lalu beliau menjawab bahwa wanita yang paling baik adalah ia wanita yang jika dipandang oleh suaminya ia menyenangkan,

dan jika diperintah maka ia taat, dan dia adalah wanita yang tidak menyelisihi suaminya pada sesuatu yang tidak disukainya, baik dalam diri maupun hartanya.

6. Cerdas dan baik perangainya

Sudah semestinya seorang laki laki memilih wanita yang cerdas dan baik tingkah lakunya untuk dinikahi.

Karena untuk membangun rumah tangga butuh pasangan yang cerdas dalam artian ia yang mampu mengatur rumah tangganya sendiri.

Seperti yang dijelaskan oleh Imam al Asnawi bahwa cerdas yang dimaksud di sini adalah kecerdasan umum. Artinya ia mampu mengatur rumah tangga, dan mengasuh anak anaknya.

Tidak harus cerdas yang berkaitan dalam intelektual atau pun akademik. Wanita yang menjadi istri juga harus memiliki kecerdasan dalam mengurus keuangan. Sehingga keluarganya dapat terpenuhi kebutuhan hidupnya.

Hal ini tentunya menjadi sinergi bagi pasangan suami istri, dimana suami bertanggung jawab untuk mencari nafkah, dan istri yang mampu mengolah nafkah yang diberikan suaminya.

7. Mudah maharnya

Dikatakan oleh ulama Hanafiyyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah bahwa sunnah hukumnya menikahi wanita yang paling mudah dikhitbah dan dinafkahi, juga yang memberikan kemudahan dalam urusan maharnya.

Seperti yang diungkapkap Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan Ahmad. Bahwa sesungguhnya di antara kebaikan seorang wantita adalah mudah meminangnya, ringhan maharnya, serta subur rahimnya.

Pahami artikel berikut ini: Mahar Nikah Dalam Islam.

8. Belum memiliki anak

Berdasarkan pendapat Hanafiyyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah, bahwa laki laki dianjurkan untuk tidak menikah dengan wanita yang telah memiliki anak.

Tetapi wanita yang telah memiliki anak lebih dianjurkan untuk dinikahi kalau keadaannya tersebut lebih maslahat dan baik.

9. Tidak menikahi wanita yang bermasalah secara fikih

Ulama Syafi’iyyah menganjurkan bagi laki laki untuk tidak menikahi wanita yang ditalak tetapi masih memiliki rasa suka atau kecenderungan terhadap bekas suaminya, dan juga tidak untuk menikahi wanita yang memiliki hubungan sepersusuan dengannya.

Seperti itulah kriteria kriteria wanita yang pantas dinikahi, jadi bagi para laki laki memilih wanita yang akan dijadikan sebagai pasangannya haruslah benar benar diperhatikan.

Karena menikah bukan hanya sehari dua hari, tetapi untuk selamanya. Sehingga haruslah tepat dalam memilih wanita untuk dinikahi.

Wanita Yang Tidak Layak Dinikahi

Sementara mengenai wanita yang tidak layak dinikahi berdasarkan apa yang disampaikan Imam Al Ghazali, adalah sebagai berikut ini :

Al Annanah

Al Ghazali mengatakan bahwa salah satu wanita yang tidak layak dinikahi adalah wanita dengan sifat al annanah. Yakni wanita yang suka mengeluh dan mengadu.

Karena jika laki laki menikahi wanita seperti ini, hanya akan menyulitkannya saja dan sukar untuk mencapai keluarga yang sakinah.

Al Mananah

Ini adalah tipe wantia yang suka mengungkit ungkit kebaikan dan jasanya. Laki laki yang menikahi wanita seperti ini akan terhambat menjalankan perannya sebagai pemimpin keluarga.

Jadi misalkan ia berbeda pendapat dengan istrinya, maka si istri angkat mengungkit kebaikan dan jasanya, apalagi jika secara ekonomi suami lebih rendah dari pada istrinya.

Al Hananah

Tipe wanita ini adalah yang suka menceritakan dan membanggakan orang di masa lalunya. Misalkan ia adalah seorang janda, maka ia akan membanggakan mantan suaminya.

Al Haddaqah

Wanita yang memiliki keinginan belanjanya besar, wanita seperti ini mudah tertarik untuk membeli suatu barang, dan meminta suaminya untuk membelikannya.

Dapat dikatakan wanita seperti ini adalah tipe konsumtif, yang hanya akan menyulitkan suaminya dan membuat keluarga tersebut boros.

Al Barraqah

Terdapat dua makna al barraqah ini, pertama tipe wanita yang suka berhias sepanjang hari, meskipun demi tampil menawan di hadapan suaminya, berhias sepanjang hari adalah sikap berlebihan.

Karena ia harus mengeluarkan biaya lebih untuk membeli kosmetik dan lain sebagainya, serta akan menghabiskanwaktu untuk berdandan dan mengabaikan kewajibannya sebagai istri.

Sementara makna yang kedua adalah yang tidak mau makan dan suka mengurung diri sendiri. Wanita seperti ini adalah ia yang penyedih, sehingga akan sulit untuk mencapai keluarga yang sakinah mawaddah dan rahmah.

Asy Syaddaqah

Ini adalah tipe wanita yang suka nyinyir dan banyak bicara. Semua hal dikomentari bahkan pada hal yang tidak penting dan komentarnya tidak lah bermanfaat.

Laki laki yang menikah dengan wanita tipe ini sulit untuk menemukan kedamaian karena sikap istrinya tersebut.

Itulah sifat wanita yang tidak layak dinikahi, sehingga dengan mengetahuinya diharapkan laki laki mampu menghindari wanita yang demikian demi membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah dan rahmah dengan pasangan yang terbaik dan menyenangkan hatinya.

Baca Juga: Pernikahan Adat Jawa, Ini Tradisi Yang Sering Dilihat

Di atas dijelaskan bagaimana wanita yang pantas dinikahi menurut Islam, apa terlebih dahulu yang paling utama untuk dilihat seorang laki-laki. Demikian juga yang tak pantas untuk dinikahi.

Selanjutnya perkara nikah yang perlu dipahami adalah rukun nikah. Rukun yang terpenuhi menjadi syarat sah pernikahan menikah dalam Islam.

Lalu bagaimana anjuran menikah dalam Islam juga menjadi salah satu hal yang baik untuk dipelajari, selain memahami bagaimana dan seperti apa wanita yang pantas dinikahi menurut Islam.

Itulah singkat informasi yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat. Sekian. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *